Krisis "menghargai"

Saya ingin membahas sedikit hal yang kurang mengenakkan yang ada ditengah-tengah kehidupan saat ini.

Krisis menghargai yang saya maksud disini adalah tidak adanya penghargaan terhadap sesuatu yang sederhana padahal merupakan sebuah prestasi juga dan tidak adanya rasa menghargai terhadap sesuatu yang dilakukan oranglain  seperti hobby.
Pasti kita pernah mendengar kalimat "udah besar nontonya kartun", "cowok kok mainnya gituan, gak laki" "suka sama plastik" dan banyak hal lain yang menyinggung hal yang disukai oleh orang lain. Menurut saya ini sesuatu yang sangat tidak penting untuk dikomentari, karena cara orang untuk bersenang-senang kan berbeda-beda. Bukan karena (kebetulan) cara anda bersenang-senang itu keren bukan berarti anda bisa mengusik cara oranglain bersenang-senang yang anda anggap kurang keren.
Anda suka mekanik? Yaudah. Anda suka futsal atau sepakbola? Iya keren
Tapi bukan berarti orang yang suka nonton anime atau suka heboh saat ada konser k-pop  itu sesuatu yang buruk atau hina.
Mari coba untuk menghargai oranglain dan kesukaannya. Tidak semua orang punya mental "jangan dengar kata oranglain". Dan lagipula, berbicara yang baik juga tidak akan merugikan kita.
Jika kita masih saja suka menghina oranglain, mungkin bukan hanya krisis menghargai, tapi juga akan ada krisis kebahagiaan. Dengan banyaknya "syarat" untuk menikmati hidup wajar jika tingkat depresi semakin meningkat. Banyak orang tidak tenang melakukan hobby nya karena kalimat-kalimat merendahkan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanpa Spasi

Hujan

Tentang dia, pria yang berhasil membuat ku jatuh hati