Hujan


Dari wanita yang begitu mencintai hujan untuk pria yang selama ini menjadi pujaan

Hujan
Bersama hujan aku menciptakan angan
Tentang perasaan yang ku harap dapat tersampaikan
Bahwa aku dan perasaanku takut akan kehilangan
Begitu egoiskah jika aku sangat menginginkan ?
Mungkin munafik adalah kata yang lebih tepat untuk aku yang tak mau menyampaikan perasaan
Karena bagi ku mencintai mu secara diam diam adalah sebuah kenyamanan
Bukan karena aku tidak mau kau mengetahui isi hati dan angan
Hanya saja aku seorang pengecut yang takut akan sebuah penolakan
Maka biarlah kali ini aku menyampaikannya kepada hujan
Hingga aku mampu mengatakannya karena dipaksa oleh keadaan
Walau sejujurnya aku berharap kau mengetahui tanpa kuucapkan

.....

Hari ini hujan datang dan menyapa di sore hari
Kali ini teman baik ku, hujan, membantu ku menyembunyikan rasa yang telah dilukai
Bukan dilukai oleh nya, tapi oleh diriku sendiri
Karena salahku yang mencintainya tanpa tahu diri
Mencintainya semakin banyak hari demi hari
Hingga kenyataan mengatakan bah
wa wanita lain lah yang dia sukai
Hei, kamu, pria yang selama ini mengisi pikiran dan hati
Mungkin aku tak sesempurna wanita yang kau kagumi
Tapi bolehkah aku berharap perasaan mu terhadapnya dapat ku miliki?
Lihatlah betapa rasa yang orang bilang cinta membuatku bodoh seperti ini
Dengan lugunya aku masih setia berharap saat kenyataan sudah mengatakan bahwa aku bagimu bukanlah sesuatu yang berarti
Dan bodohnya aku masih ingin menanti
Namun percuma saja kan ? Aku sadar, penantian ini takkan berarti
Mungkin kali ini aku harus merelakan dan menunggu pengganti
Hari ini
Bersamaan dengan hujan yang telah berhenti
Aku pergi


Komentar

Posting Komentar